Simulasi Framework EPA dan Agile

Simulasi komparatif pengembangan software system menggunakan Framework EPA atau Agile

Simulasi Komparatif Framework EPA dan Agile

Media ini digunakan untuk menjalankan skenario pengembangan software system yang sama dengan dua pendekatan berbeda. Narasumber dapat memilih hanya EPA, hanya Agile, atau menjalankan keduanya untuk memperoleh hasil komparatif yang lebih objektif.

Studi kasus yang sama Indikator evaluasi resmi EPA & pembanding Agile Penyimpanan otomatis Ekspor CSV dan Excel Report PDF
EPA

Evolutionary Prototyping Agile

EPA merupakan framework pengembangan perangkat lunak yang terdiri atas Initial Phase, Dev & Testing Phase, dan Release Phase, kemudian diakhiri dengan Product Retrospective. Alurnya dimulai dari requirements elicitation dan project adaptive backlog, dilanjutkan initial prototype design dan sprint backlog, kemudian sprint selama 2–3 minggu dengan prototype-driven increment delivery, user evaluation, sprint review, user testing, backlog update, serta evolutionary iterative refinement sebelum produk dirilis.

Karakteristik utama:
  • Initial Phase: Requirements Elicitation, Project Adaptive Backlog, Initial Prototype Design, dan Sprint Backlog.
  • Dev & Testing Phase: Sprint 2–3 minggu, Prototype-Driven Increment Delivery, User Evaluation, Sprint Review, User Testing, dan Update Backlog.
  • Evolutionary Iterative Refinement: prototipe disempurnakan secara berulang berdasarkan hasil user testing.
  • Release Phase: Product Release, Final Deployment, dan Continuous Improvement.
  • Product Retrospective: refleksi hasil produk dan proses sebagai dasar pengembangan berikutnya.
Initial Phase Dev & Testing Phase Release Phase Product Retrospective
A

Agile Framework Umum

Agile mengembangkan produk melalui sprint pendek dan increment yang dapat digunakan. Fokus utamanya adalah product backlog, sprint goal, kolaborasi tim, inspeksi hasil, adaptasi backlog, dan perbaikan proses secara berkelanjutan.

Karakteristik utama:
  • Product vision dan product goal menjadi arah pengembangan.
  • Product backlog diprioritaskan dan dipilih ke sprint backlog.
  • Tim mengembangkan working increment dalam sprint.
  • Sprint Review mengumpulkan feedback stakeholder.
  • Retrospective memperbaiki cara kerja tim.
Product Vision & Backlog Sprint & Development Review, Retrospective & Increment

Tata Cara Penggunaan

  1. Pilih framework.
    Pilih EPA atau Agile sesuai tugas simulasi. Narasumber dapat kembali ke halaman ini untuk berpindah framework.
  2. Gunakan studi kasus yang sama.
    Isi masalah bisnis, target pengguna, tujuan, ruang lingkup, dan data proyek secara konsisten.
  3. Proses setiap tahap secara berurutan.
    Tahap berikutnya terbuka setelah seluruh field wajib valid dan tombol proses ditekan.
  4. Kelola backlog.
    Pilih kode backlog melalui dropdown, isi deskripsinya, lalu tambahkan item satu per satu.
  5. Perhatikan perubahan.
    Perubahan pada tahap yang sudah diproses akan membatalkan statusnya dan mengunci kembali tahap berikutnya sampai diproses ulang.
  6. Isi evaluasi secara objektif.
    Gunakan skala 1–5 berdasarkan pengalaman selama simulasi, bukan berdasarkan preferensi awal terhadap framework.
  7. Ekspor hasil.
    Unduh CSV atau Excel, lalu gunakan menu cetak browser untuk menyimpan report dalam PDF.
  8. Lakukan komparasi.
    Setelah EPA dan Agile selesai, sistem merangkum skor, persentase, selisih, dan perbandingan per indikator.

Pilih Framework Simulasi

Framework EPA

Evolutionary Prototyping Agile dengan requirement evolution, iterative prototyping, evaluation, release, dan product evolution.

Framework Agile

Agile umum berbasis product vision, product backlog, sprint planning, development, review, retrospective, dan increment.

Mode: EPATersimpan otomatisTidak ada perubahan tertunda
1. Initial Phase
2. Dev & Testing
3. Release Phase
4. Evaluasi

Status Simulasi

0%Tahap 1
0%Tahap 2
0%Tahap 3
0%Evaluasi

Requirements ElicitationProject Adaptive BacklogInitial Prototype DesignSprint Backlog
Alur Initial Phase EPA: Product Owner melakukan Requirements Elicitation dan membentuk Project Adaptive Backlog sebagai artefak awal proyek. Tim kemudian menyusun Initial Prototype Design, memilih backlog prioritas ke Sprint Backlog, dan menyiapkan Sprint Planning & Backlog sebelum masuk ke Dev & Testing Phase.

Initial Phase Artifacts

Requirements Elicitation and Project Adaptive Backlog

Initial Prototype Design & Sprint Backlog